Blog

Benarkah Hanya Butuh Sunscreen Saat Berenang dan ke Pantai?

February 28, 2020
Benarkah Hanya Butuh Sunscreen Saat Berenang dan ke Pantai? image

Cara Memilih Sunscreen : Physical VS Chemical Mana yang Lebih Baik?

Masih banyak orang yang salah kaprah, hanya memakai sunscreen bila hendak berenang atau pergi ke pantai. Padahal setiap hari pun kita terekspos oleh sinar matahari, apalagi kita tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Bahkan saat berada di dalam ruangan pun, sinar matahari tetap dapat menembus masuk dan merusak kulit yang tidak terlindungi.

 

Lantas bila kita perlu menggunakan sunscreen setiap hari, manakah sunscreen yang paling tepat untuk kita? Terdapat berbagai jenis sunscreen yang dijual di pasaran. Namun terdapat 2 cara untuk dapat membedakannya.



1. Berdasarkan Formula Teksturnya

Bila ingin mencari sunscreen yang sesuai dengan jenis kulit kita masing-masing, maka cara yang paling mudah yaitu dengan merasakan teksturnya. Pemilik kulit berminyak dapat menggunakan sunscreen yang teksturnya ringan seperti gel. Bagi yang kulitnya normal bisa menggunakan sunscreen yang berbentuk lotion. Sementara kulit kering dapat memilih sunscreen yang teksturnya lebih tebal seperti krim.



2. Berdasarkan Cara Kerjanya

Terdapat 2 jenis sunscreen berdasarkan  cara kerjanya dalam melindungi kulit kita dari sinar matahari, yakni physical dan chemical sunscreen. Sebelum lebih lanjut membahasnya, perlu Anda ketahui bahwa baik chemical maupun physical sunscreen, keduanya sama-sama mengandung bahan chemical. Bahkan sebenarnya air dan oksigen pun termasuk bahan chemical. Jadi jelas yang membedakannya bukanlah karena yang satu tidak mengandung chemical ingredient.

 

Chemical sunscreen biasa juga disebut organic sunscreen, sementara istilah lain untuk physical sunscreen yaitu inorganic sunscreen atau sunblock. Kedua jenis sunscreen ini sama-sama bekerja dengan menyerap sinar UV, lalu mengubahnya menjadi panas. Letak perbedaannya adalah, physical sunscreen mampu menyebarkan dan menangkal 5-10% sinar UV, agar tidak menembus masuk ke kulit kita. Inilah sebabnya physical sunscreen juga disebut dengan nama sunblock.



Berikut ini beberapa perbedaan lainnya dari chemical dan physical sunscreen :



Chemical sunscreen

  • White cast : Minimal atau bahkan tidak meninggalkan white cast sama sekali.
  • Tekstur : cenderung ringan seperti moisturizer, bahkan beberapa diformulasikan untuk bisa menjadi dasar makeup.
  • Kandungan UV filter : Octylcrylene, Avobenzone, Octinoxate, Octisalate, Oxybenzone, Homosalate, Helioplex, 4-MBC, Mexoryl SX and XL, Tinosorb S and M, Uvinul T 150, Uvinul A Plus.
  • Photostability : Kandungan UV filter yang dipakai chemical sunscreen rata-rata dapat memberikan perlindungan yang lebih luas terhadap spectrum UVA dan UVB. Hanya saja, photostability-nya berbeda-beda. Artinya beberapa kandungan UV filter tersebut (misalnya seperti avobenzone) memiliki tingkat stabilitas yang kurang baik, sehingga dapat cepat rusak saat terpapar sinar matahari. Maka dari itu, kita perlu kembali mengaplikasikan (reapply) chemical sunscreen setelah beberapa saat.

 

Physical sunscreen

  • White cast : Yes.
  • Tekstur : cenderung terasa berat dan tebal, sehingga kurang nyaman untuk dipakai sehari-hari
  • Kandungan UV filter : Titanium dioxide, Zinc oxide
  • Photostability : Kedua kandungan UV filter tersebut memliki photostability yang baik, maksudnya UV filter tersebut tidak akan mudah rusak bila terekspos sinar matahari. Namun titanium dioxide hanya melindungi kulit dari UVB dan sebagian spektrum UVA. Sementara zinc oxide mampu memberikan perlindungan terhadap seluruh spektrum UVA dan UVB.

 

For more skincare tips, follow us on :

Instagram @drspillerid

Facebook Page Dr.Spiller-Indonesia

Also visit us and shop at : www.tokospiller.com

 

from has purchased
about ago