Blog

Fakta : Ternyata Terdapat 6 Jenis Jerawat

February 19, 2020
Fakta : Ternyata Terdapat 6 Jenis Jerawat image

Kenali Jenis Jerawatmu dan Cara Mengatasinya

Bila selama ini Anda hanya menganggap jerawat sebagai benjolan kecil merah yang muncul pada permukaan kulit dan mengeluarkan nanah ketika dipencet, kenyataannya itu hanyalah  satu jenis jerawat dari 6 jenis jerawat yang ada. Mungkin Anda sebenarnya pernah mengalami dua atau lebih jenis jerawat yang berbeda. Namun Anda tidak menyadarinya dan menganggap itu jerwat yang sama.

 

Berikut ini paparan 6 jenis jerawat dan penyebabnya :

 

1. Blackhead (Komedo Terbuka)

Berbentuk titik-titik atau benjolan kecil berwarna hitam di permukaan kulit wajah. Biasa sering muncul di area hidung atau T-zone. Biasanya penyebab blackhead timbul yaitu karena folikel rambut pada pori-pori yang terbuka mengalami penyumbatan oleh sebum (minyak) dan sel-sel kulit mati. Jenis jerawat ini tampak seperti bintik-bintik hitam karena pori-pori kulit terbuka, sehingga bagian yang tersumbat di dalamnya mengalami oksidasi oleh udara. Komedo hitam termasuk jerawat ringan karena tidak menyebabkan peradangan dan tidak menimbulkan rasa sakit.

 

2. Whitehead (Komedo Tertutup)

Mirip seperti blackhead, merupakan jenis jerawat yang disebabkan karena penyumbatan pori-pori oleh sebum dan sel-sel kulit mati. Namun penyumbatan whitehead menutupi seluruh permukaan pori-pori, sehingga penyumbatan tidak teroksidasi dan tetap berupa benjolan kecil berwarna putih. Jenis jerawat ini bisa dialami oleh siapa saja. Namun biasanya faktor perubahan hormon pada perempuan yang sedang mengalami pubertas, mensturasi, hamil, dan menopause, lebih rentan mengalaminya.

 

3. Papula

Jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit. Saat disentuh terasa seperti tonjolan padat dan menimbulkan rasa nyeri. Kondisi kulit di sekitar area tonjolan tampak meradang kemerahan. Namun jenis jerawat papula tidak memiliki titik nanah pada puncaknya. Biasanya papula timbul akibat dari blackhead/whitehead yang dibiarkan hingga memicu iritasi parah yang merusak jaringan kulit di sekitarnya. Kerusakkan ini yang akhirnya menimbulkan peradangan/inflamasi pada kulit.

 

4. Pustula

Berupa benjolan yang lebih besar tetapi lunak. Bagian dasarnya berwarna kemerahan, sedangkan puncaknya berwarna putih atau kekuningan, serta tampak lebih dekat ke permukaan kulit karena penuh terisi nanah. Pustula timbul karena infeksi bakteri pada sumbatan pori-pori. Nanah pada jerawat pustula muncul sebagai bentuk perlawanan sel imun yang bekerja melawan infeksi.

 

5. Nodul

Termasuk jenis jerawat inflamasi. Terbentuk di bawah kulit dan menyebabkan rasa sakit/nyeri. Seperti papula, tetapi lebih dalam dan besar, serta tidak memiliki puncak nanah. Nodul merupakan jerawat yang dapat muncul karena perkembangan dari papula dan pustula yang dibiarkan. Pori-pori yang tersumbat lalu terinfeksi bakteri, bila dibiarkan maka infeksi tersebut dapat masuk jauh ke bawah permukaan kulit hingga merusak jaringan dan sel-sel yang berada jauh di bawahnya. Akibatnya pori-pori menjadi bengkan dan merah. Setelah benjolan jerawat nodul kempis, biasanya akan timbul bekas jerawat yang berwarna gelap.

 

6. Kistik (Jerawat Batu)

Jenis jerawat yang terbilang cukup parah, terbentuk di lapisan kulit yang lebih dalam. Penyebab utamanya karena penyumbatan pori-pori oleh sel kulit mati yang dibarengi dengan infeksi bakteri, sehingga tampak seperti benjolan merah yang bengkak, bertekstur lunak karena berisi nanah dan terasa sakit saat tersentuh. Infeksi bakteri dapat menyebabkan peradangan lebih lanjut di dalam kulit. Hal ini dikarenakan perpecahan pori di bawah kulit, sehingga peradangan menjadi tersebar ke jaringan kulit yang lebih dalam. Jika hal ini terus dibiarkan berlanjut, peradangan akan semakin meluas dan dapat memunculkan jerawat-jerawat baru. Jerawat batu dapat meninggalkan bekas luka yang cukup dalam setelah bengkaknya menghilang.

 

 

Cara Mengatasi Jerawat

Secara garis besar penyebab semua jenis jerawat adalah karena penyumbatan pori-pori. Untuk itu cara mengatasinya bisa dilakukan dengan menggunakan chemical exfoliants, misalnya seperti BHA (salicylic acid). BHA bersifat oil soluble, sehingga dapat menembus masuk ke dalam pori-pori dan mengangkat sumbatan sebum & sel-sel kulit mati.

Acnoderm Roll-On dari Dr. Spiller mengandung bahan antibakteri untuk mengobati infeksi jerawat, BHA (salicylic acid) yang berfungsi untuk mengobati jerawat dengan mengangkat penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, serta juga mengandung Bearberry Leaf Extract (natural alpha arbutin) yang berfungsi untuk membantu mencerahkan hiperpigmentasi dari bekas peradangan jerawat.



Diformulasikan dengan tekstur yang ringan seperti air sehingga cepat meresap, serta “non-greasy” dan tidak lengket saat dipakai. Selain itu, Acnoderm Roll-on juga berwarna transparan sehingga tidak meninggalkan residu apapun saat diaplikasikan di kulit. Dengan aplikator bermekanisme roll-on, sehingga memudahkan untuk digunakan kapan dan di mana saja.




For more skincare tips, follow us on :

Instagram @drspillerid

Facebook Page Dr.Spiller-Indonesia

Also visit us and shop at : www.drspiller.id

from has purchased
about ago